Jenis Kain dan Bahan Pembuatan Batik

Mengenal Jenis Kain dan Bahan Pembuatan Batik


Kain batik yang kualitasnya bagus tentu saja dibuat dengan bahan baku kain yang bagus pula. Sudah menjadi hal yang biasa bahwa pembeli batik selalu menginginkan kain batik yang dibelinya bertekstur halus, tidak nerawang, dan awet. Untuk itu industry batik selalu mempertimbangkan penggunaan kain batik dengan kualitas tertentu untuk menghasilkan output produksi batik yang unggul kualitasnya.


Menurut para pengrajin batik, ada beberapa prasaratan kain yang akan dibatik agar menjamin hasil yang terbaik seperti mudah diwarnai, mudah digambar pola, dapat menyerap lilin, dan serat kain harus kuat karena proses pengaplikasian malam pada suhu panas dan proses pelorotan dengan air panas bisa mengurangi kekuatan serat kain, mengingat kain terbuat dari serat tumbuhan. Nah untuk itu perlu pilih pilih jenis kain dan tingkat ketebalan tertentu untuk hasil membatik yang maksimal, berikut contohnya:


Kain Mori.


Kain mori yang lebih sering dikenal sebagai kain kaffan untuk jenazah ternyata digunakan sebagai kain untuk membatik. Kain Mori yang bertekstur halus karena terbuat dari kapas sangat cocok untuk bahan baku pembuatan batik.

Kain Mori sendiri dibedakan menjadi dua jenis. Jenis pertama yaitu kain mori yang di Bleaching yang sering dipakai untuk batik. Yang kedua yaitu kain mori yang tidak mengalami proses bleaching yang sering disebut kain blacu.


Untuk tingkat kehalusan seratnya kain mori juga dibedakan menjadi 3 yaitu: a) Kain Mori Prisima yang tekstur permukaannya paling halus dan dijual dengan harga yang paling mahal juga b) Mori Prima yang merupakan Kain mori yang kualitasnya di bawah prisima.

Ciri ciri kain prima adalah tekstur permukaannya tidak selicin primisima, ada serabut serabut kecil yang terasa kasar jika dielus dengan jari. 3) Kain mori Biru yang merupakan kualitas paling bawah dari kain mori karena teksturnya lebih kasar dibanding kain mori prima.


Kain Katun. Kain katun adalah kain yang lebih sering digunakan untuk industry fashion modern. Zaman semakin ke sini, telah memunculkan teknologi mesin tekstil yang bisa menghasilkan aneka kain katun yang beragam. Untuk membuat batik ada beberapa tipe kain katun yang dapat digunakan dalam pembuatan kain batik yaitu :


a) Katun Grey. Kain katun grey sebenarnya adalah kain katun yang biasa, namun dalam proses finishing di pabrik kain katun ini diperoleh dari kain yang tidak di belaching /diputihkan sehingga menghasilkan warna yang agak keabu-abuan. Kain katun grey ini biasa digunakan pada batik yang tidak mengandung warna putih, misalnya kain batik yang hitam atau coklat.


b) Katun Prima. kain ini memiliki ciri seratnya tidak rapat dan lebih tipis. Namun begitu kain ini masih enak dan nyaman untuk dipakai. Tentu saja kain ini dijual dengan harga yang lebih murah.


c) Katun Mercerized. Kain katun jenis ini ciri cirinya yaitu tidak akan mudah lecek dan kusut ketika sudah dicuci dan dikeringkan.


Kain Sutra. Kain sutra adalah kain yang sudah dikenal sebagai kain yang paling unggul kualitasnya dan harganya yang sangat mahal. Tentu saja kain batik yang menggunakan bahan baku sutra, harganya akan melambung sangat tinggi. Namun begitu ada saja konsumen yang menginginkan kain batik berbahan baku sutra.

Ciri khasnya sutra yaitu permukaannya licin dan halus jika diraba atau tersentuh kulit, mudah menyerap keringat, Nampak kemilau, dan seratnya kuat. Oleh karena itu kain batik sutra bisa menampilkan kesan busana batik yang sangat mewah.


Itulah beberapa jenis kain yang digunakan untuk membuat kain batik. Apapun pilihannya tergantung dari tujuan bisnis batik mulai dari harga jualnya, segmen pasarnya hingga tujuan pemakaiannya. Batik yang paling banyak dicari oleh masyarakat umum adalah kain batik dari kain katun, karena bahannya yang lumayan halus namun bisa dibeli dengan harga yang masih terjangkau oleh semua kalangan.

artikel terkait : Batik Printing adalah

Tinggalkan komentar

Telepon
Whatsapp